Layanan

Griya Sehat Mahkotadewa dengan sepenuh hati berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk para Pasien kami.

Silahkan berkunjung ke Griya Sehat Mahkotadewa untuk mengatasi permasalahan penyakit anda.

Buka setiap hari pukul 08:00 – 19:00 / Hari Libur pukul 09:00 – 16:00

Tui Na adalah bentuk terapi pijat yang telah digunakan di Cina selama lebih dari 2.000 tahun. Pijat Tui Na telah dianggap bentuk eksternal dari pijat dan digunakan untuk memberikan perlakuan khusus kepada orang-orang dari segala usia, dari bayi sampai lansia. Terapi Cina ini menggunakan teknik kompresi yang berirama sepanjang saluran energi tubuh yang berbeda untuk membangun aliran harmonis Qi ke seluruh tubuh dan membawanya kembali ke keseimbangan. Ia bekerja dengan energi positif dari tubuh. Tempat pijat Tui na di Jakarta banyak menawarkan terapi pijat jenis ini, salah satunya Fivestar Reflexology and Family Massage.

Tui Na menggunakan berbagai teknik tangan dalam kombinasi dengan akupunktur dan teknik manipulasi lainnya. Untuk meningkatkan proses penyembuhan, dapat pula direkomendasikan penggunaan ramuan Cina. Banyak teknik yang digunakan dalam pijat ini menyerupai pijat barat seperti meluncur, meremas, getaran, penyadapan, gesekan, menarik, bergulir, menekan dan getar. Dalam pijat Tui Na , otot-otot dan tendon yang dipijat dengan bantuan tangan, dan teknik akupresur yang diterapkan secara langsung mempengaruhi aliran Qi pada titik-titik akupresur yang berbeda dari tubuh, sehingga memudahkan proses penyembuhan. Ini menghilangkan sumbatan dan membuat energi bergerak melalui meridian serta otot.

Sebuah sesi khas pijat Tui Na  dapat bervariasi dari tiga puluh menit sampai satu jam. Timing sesi dapat bervariasi, tergantung pada kebutuhan dan kondisi pasien. Bagian terbaik dari terapi ini adalah dalam hal melemaskan serta memberikan energi pasien. Manfaat utama dari pijat Tui Na adalah berfokus pada masalah tertentu, apakah itu sebuah akut atau sakit kronis yang berhubungan dengan sendi, otot atau sistem kerangka. Teknik ini sangat bermanfaat dalam mengurangi nyeri leher, bahu, pinggul, punggung, lengan, tertinggi, kaki dan gangguan pergelangan kaki. Ini adalah terapi yang sangat efektif untuk arthritis, nyeri, linu panggul dan otot kejang. Manfaat lain dari terapi pijat ini meliputi pengentasan stres gangguan terkait seperti insomnia, sembelit, sakit kepala dan gangguan lain yang berhubungan dengan sistem pencernaan, pernapasan dan reproduksi.

Keuntungan terbesar dari Tui Na adalah menjaga keseimbangan secara keseluruhan dengan baik kesehatan fisik dan mental. Setiap orang yang ingin menghindari efek samping dari obat-obatan atau pengobatan berbasis kimia  dapat mengadopsi teknik pijat yang efektif untuk mengurangi rasa sakit mereka.

Nikmati Sensasi Pijatan Tui Na di Griya Herbal Mahkotadewa

Manfaat dan khasiat tusuk jarum (akupuntur) mungkin belum banyak dipahami dan diminati oleh masyarakat pada beberapa tahun atau dekade sebelumnya. Tetapi dewasa ini hal tersebut telah banyak dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan makin banyak orang yang mulai beralih ke pengobatan jenis ini daripada berobat ke rumah sakit.

Sebenarnya, akupuntur adalah tusuk jarum yang prinsip pengobatannya dilakukan dengan merangsang titik tertentu pada bagian tubuh manusia. Ada beberapa versi dari akupuntur, misalnya acu-pressure yaitu akupuntur dengan cara dipijat, moksibasi atau moksa dilakukan dengan cara pembakaran, dan aquapuncture yang dilakukan dengan suntikan air. Jarum yang dibuat untuk akupuntur terbuat dari baja antikarat tipis. Saat ini, jarum masih diterapkan untuk semua umur untuk mengobati berbagai macam keluhan penyakit. Mari kita dalami lagi manfaat dan khasiat dari akupuntur.

Mengurangi Rasa Nyeri
Akupuntur dapat dimanfaatkan untuk mengurangi rasa nyeri akibat sakit kepala kronis. Sebuah penelitian menjelaskan bahwa akupuntur dapat mengurangi gangguan migrain, tegang pada kepala, dan berbagai macam gangguan sakit kepala lain dan hasilnya lebih efektif dibandingkan dengan mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri. Selain itu, akupuntur juga bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri setelah operasi di kepala, kanker leher, nyeri saat haid, nyeri hamil, mengurangi efek kemoterapi seperti mual, dan juga rasa sakit pada gejala menopause.

Meningkatkan Tingkat Kesuburan
Sebenarnya, tujuan untuk meningkatkan kesuburan dengan akupuntur adalah untuk meningkatkan vitalitas seksual pria dan wanita, meningkatkan produksi dari sel telur dan sperma agar kualitasnya baik, sekaligus untuk meningkatkan sirkulasi darah di daerah rahim dan sekitarnya.

Manfaat dan khasiat tusuk jarum (akupuntur) lainnya adalah meningkatkan aliran darah ke uterus agar mulut rahim menjadi rileks serta menghambat hormon stres yang dapat mengganggu proses embrio menjadi calon janin. Dari hasil polling, diketahui bahwa akupuntur ini dapat membantu mencampurkan sperma dan sel telur menjadi embrio didalam rahim.

Untuk Menghaluskan Kulit
Manfaat lain dari akupuntur untuk dunia kecantikan dilakukan dengan merangsang sistem syaraf yang menimbulkan reaksi setempat untuk meningkatkan peredaran darah dan produksi kolagen agar dapat bertambah. Untuk kecantikan, akupuntur bermanfaat untuk mengencangkan kulit, mengurangi garis-garis halus atau keriput di wajah, mengatasi kantong mata dan lingkaran hitam di bawah mata, mengobati jerawat, mencerahkan kulit wajah dan mengecilkan pori-pori, membuat mata menjadi cemerlang dan mengangkat kelopak mata, meningkatkan aliran darah pada kulit, meningkatkan hormon kolagen dan mengatasi kerontokan rambut.

Melangsingkan Tubuh
Akupuntur juga dapat dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan. Yaitu dengan menargetkan bagian otak thalamus dan hypothalamus yang keduanya berperan dalam mengatur masalah lapar, haus, detak jantung, mengatur jam tidur, hasrat seksual, sistem pencernaan, serta mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh. Dengan melakukan penusukan jarum pada kedua bagian tersebut, maka keinginan untuk makan pun dapat dikendalikan. Seorang praktisi akupuntur menjelaskan bahwa penusukan pada titik tersebut dapat membuat orang yang biasanya makan 2 piring akan makan satu piring saja. Dan orang tersebut akan mual jika memaksakan diri. Jika ingin melakukan akupuntur untuk melangsingkan tubuh secara lebih efektif, penusukan dilakukan pada bagian tubuh yang banyak lemaknya seperti lengan, paha, dan perut.

Untuk Meningkatkan Efektifitas Obat-Obatan
Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa pengurangan dosis dan ditambah dengan akupuntur dapat mengurangi efek samping obat seperti rasa mual, perubahan berat badan dan juga menurunkan dorongan seksual. Bukan hanya itu, akupuntur juga bermanfaat untuk meniadakan efek radiasi yang ditimbulkan saat dilakukan terapi. Disini, akupuntur dapat berguna untuk mengurangi beberapa efek samping yang terjadi terutama gangguan mulut kering dan rasa mual yang sering terjadi bila seseorang sering menerima radiasi pada bagian leher dan kepala. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa pasien yang menjalani pengobatan radiasi memiliki efek lebih kecil dalam hal efek samping negatif dari adanya radiasi, meskipun efek samping itu masih ada. Hanya saja, efeknya tidak terlalu berat bila tidak dibarengi dengan akupuntur.

Manfaat ini mungkin saja diperoleh karena akupuntur merupakan terapi alternatif yang melibatkan penggunakaan jarum dengan merangsang titik-titik tertentu dalam tubuh sehingga terjadi aktifitas dalam tubuh yang dapat membantu tubuh untuk mengobati diri sendiri. Untuk mendapatkan manfaat ini, penusukan jarum dalam teknik akupuntur dapat digunakan untuk membersihkan sumbatan dan memulihkan kesehatan pasien agar aliran darah dapat mengalir lancar. Dengan melakukan perangsangan melalui titik-titik akupuntur pada permukaan kulit, maka pada bagian tertentu tubuh kita akan memiliki perbedaan tekanan listrik, gelombang udara, dan juga kepadatan jaringan syaraf yang pada gilirannya sangat baik untuk membantu memulihkan keadaan pasien dengan mengambil manfaat dan khasiat tusuk jarum (akupuntur).

Bekam sudah dikenal sejak zaman dulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir kuno, Saba, danPersia. Pada zaman Nabi Muhammad, dia menggunakan tanduk kerbau atau sapi, tulang unta, gading gajah.

Pada zaman China kuno mereka menyebut hijamah sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan kaca. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk hijamah. Pada satu masa, 40 juta lintah diimpor ke negara Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu dilaparkan tanpa diberi makan. Jadi bila ditempelkan pada tubuh manusia yang sakit, dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, lintah tersebut tidak berupaya lagi untuk bergerak, lantas jatuh dan mengakhiri penghisapannya.

Seorang herbalis Ge Hong (281-341 M) dalam bukunya A Handbook of Prescriptions for Emergencies menggunakan tanduk hewan untuk membekam/mengeluarkan bisul yang disebut tehnik “jiaofa”, sedangkan pada masa Dinasti Tang, bekam dipakai untuk mengobati TBC paru-paru. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan lintah (al ‘alaq) sebagai alat untuk bekam dan dikenal dengan istilah leech therapy, praktik seperti ini masih dilakukan sampai dengan sekarang.

Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif. Disebutkan oleh Curtis N, J (2005), dalam artikel Management of Urinary tract Infections: historical perspective and current strategies: Part 1-before antibiotics. Journal of Urology. 173(1):21-26, January 2005. Bahwa catatan kedokteran tertua Ebers Papyrus yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di Mesir kuno menyebutkan masalah bekam.

Hippocrates (460-377 SM), Celsus (53 SM-7 M), Aulus Cornelius Galen (200-300 M) mempopulerkan cara pembuangan secara langsung dari pembuluh darah untuk pengobatan di zamannya. Dalam melakukan tehnik pengobatan tersebut, jumlah darah yang keluar cukup banyak, sehingga tidak jarang pasien pingsan. Cara ini juga sering digunakan oleh orang Romawi, Yunani, Byzantium dan Itali oleh para rahib yang meyakini akan keberhasilan dan khasiatnya.
Perkembangan di Indonesia

Tidak ada catatan resmi mengenai kapan metode ini masuk ke Indonesia, diduga kuat pengobatan ini masuk seiring dengan masuknya para pedagang Gujarat dan Arab yang menyebarkan agama Islam.

Metode ini dulu banyak dipraktikkan oleh para kyai dan santri yang mempelajarinya dari “kitab kuning” dengan tehnik yang sangat sederhana yakni menggunakan api dari kain/kapas/kertas yang dibakar untuk kemudian ditutup secepatnya dengan gelas (botol). Waktu itu banyak dimanfaatkan untuk mengobati keluhan sakit/pegal-pegal di badan, dan sakit kepala atau yang dikenal dengan istilah “masuk angin”.

Tren pengobatan ini kembali berkembang pesat di Indonesia sejak tahun 90-an terutama dibawa oleh para mahasiswa/pekerja Indonesia yang pernah belajar di Malaysia, Indiadan Timur Tengah. Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang higienis, praktis dan efektif.